Bang Zein..
April 29, 2009
Buat saya dan beberapa orang radio lainnya Zein Marasabessy adalah salah satu penyiar hebat yang dimiliki negeri ini. Mungkin Bang Zein adalah satu-satunya penyiar yang kata-katanya pernah dijadikan headlines sebuah koran sebesar Kompas di suatu ketika. Bang Zein adalah juga seorang guru, yang mengajari orang-orang di sekitarnya dengan caranya sendiri…
Bang Zein, demikian saya dan kawan-kawan di Radio Delta Jakarta biasa memanggil beliau, adalah ‘orang radio tulen’. Di nadinya mengalir darah radio yang begitu kental dari perjalanan karirnya di profesi keradioan hingga minatnya pada dunia ke penyiaran. Darah radio yang membuat duduk, berdiri bahkan bernafasnya menunjukkan asam garam dunia profesi dan kompentensi yang tak disangsikan lagi.
Coba tanyakan mereka yang mendengarkan radio di era-era awal reformasi. Hampir semua tokoh kunci saat itu pernah merasakan pertanyaan tajam dan kadang menggelitik yang diajukan seorang Zein Marasabessy dalam Delta Morning Show di 99,1 Delta FM saat itu. Bang Zein mungkin menjadi salah satu pelopor jurnalisme kritis radio saat itu.
Saya bangga bisa belajar dari Bang Zein. Dengan caranya yang unik, Bang Zein mengajarkan bagaimana seharusnya seorang radio broadcaster berpikir, berkata dan bertindak. Bahkan bagaimana bermimpi dan bervisi sebagai orang radio! Salah satu yang paling mengagumkan saya dari Bang Zein hingga saat ini adalah: totalitasnya. Selama belasan tahun, dalam suasana apapun: sakit, sehat, susah, senang, normal dan krisis, Bang Zein menunjukkan konsistensinya memberikan yang terbaik buat pendengarnya. Bang Zein bahkan bisa tetap membawakan sebuah joke dengan baik bahkan ketika kami tahu mood-nya sedang tak cocok untuk tertawa.
‘Biasa’ buat seorang radio seperti Bang Zein untuk ‘tiba-tiba’ menjadi penyiar utama selama ‘24 jam’ di radio Delta FM ketika masa-masa genting terjadi di negeri ini. Dari peristiwa reformasi 98, liputan pemilu 1999 atau saat terjadi targedi semanggi. Radio telah menjadi rumah kedua buat penyiar yang memiliki karakter suara berat yang khas ini. Mungkin perlu sebuah buku untuk menunjukkan betapa berwarna dan menariknya seorang Zein Marasabessy.
Selasa, 28 April 2009, saya menerima sebuah sms dari seorang teman: “Innalillahi wa inna ilahi rojiun.. Bang Zein Marasabessy meninggal dunia.“
Dunia radio negeri ini kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya.
Selamat jalan Bang Zein…

Innalillahi wa inna illahi rojiun..
Betul pak. Beliau adalah orang radio tulen. Salah satu sosok manusia radio terbaik yang ada di Indonesia.
Terlalu banyak kenangan dengan beliau..
Semoga amal ibadah diterima Allah SWT.
boy: Amin ya robbal alamin.
Pa Boy,..
Terima kasih atas artikel dan perhatiannya
boy: sama-sama pak. saya yang berterima kasih karena telah diberi kesempetan menimba ilmu dari beliau. semoga silaturahim tetap terjalin.
On behalf Zein Marrasabessy family, we would like to thank to you for the appreciation for writing this article/blog about our beloved father/father in law.
boy: Dear Yanie, May God bless you and your family during this time and always.
Atas nama keluarga..
Terima kasih atas tulisan yang sangat mengenang beliau..
Kami mengantarkan jenazah bapak dengan penuh kerinduan sebagai murid beliau..
Dan selalu teringat akan beliau dengan Radio Delta, maka saya segera menginformasikan kabar duka kemarin..
Saya pribadi telah mengenyam banyak hal dari beliau, dan dari beliau pun saya dikenalkan dunia radio sampai saya sempat bergabung di MS Tri FM selama 7 bulan..
Dunia yang beliau sangat cintai… Dan setiap malam saya berdiskusi dengan beliau tentang radio, jurnalisme, politik dan sejarah… Ditutup dengan Metro malam sebelum tidur…
Beliau guru yang luar biasa bagi saya.. Yang merubah hidup saya..
Sekali lagi, terima kasih atas tulisan mengenang Bang Zein..
Wassalam..
boy: Beruntung bisa dekat dengan orang seperti Almarhum. Saya jadi banyak belajar dan memperoleh banyak ilmu yang bermanfaat. Moga menjadi amal sholeh dan menambah pahala untuk Beliau. Amin ya robbal alamin.
Kalo tidak salah sekitar tahun 2002, saya kebetulan ke Jakarta dan mendengarkan beliau siaran untuk Delta FM
Saya pernah mengkliping tulisan tentang profil beliau di harian Kompas.
Sebagai pengagum jauh, saya menyampaikan turut berduka cita. Semoga amal ibadah beliau diterima-NYA dan inspirasi yang beliau tebarkan tinggi nilai ibadahnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan sabar dan ikhlas. Aamiin.
boy: Amin ya robbal alamin. Terima kasih infonya Vika. kalau klipingnya masih ada, bagus juga kalo bisa di share ya. Tks