digital native
April 15, 2009
Menjadi kata yang sering kita dengar akhir-akhir ini di beberapa media. Digital native (dan digital immigrant) istilah baru dalam dunia pendidikan yang diperkenalkan Marc Prensky sejak tahun 2001. Mengacu pada tumbuhnya lapisan generasi baru yang ‘dibesarkan’ oleh piranti digital. Dari komputer, internet, ipod, pemutar mp3, psp, smartphone dan beragam perangkat lainnya.
Generasi baru dengan karakteristik unik yang dalam waktu dekat akan memenuhi bumi. Sebagian sudah berkeliaran sebagian lagi dalam proses pembentukan. Mungkin Anda adalah salah satunya.
Referensi bisa dilihat di sini, atau di sini.
Dari dunia pendidikan tentu pengaruhnya terus berderap ke dunia lainnya. Terutama kepada cara mengkonsumsi media hingga ke proeses marketing yang tak lagi sama.
Siapkah media menyambut generasi baru ini? Mau tak mau tentu harus siap menghadapinya.
Sadar atau tidak, media telah melakukan beragam penyesuaian menyambut digital native. Sudah jarang ditemui artikel koran yang bersambung ke halaman dalam. Beberapa koran juga menjadi lebih kompak dan ramping untuk menyesuaikan cara membaca scroll down yang akrab digunakan para pengguna pc. Beberapa koran juga sudah menghidupkan dot comnya secara masif bahkan kini e-paper menjadi kebutuhan.
Di radio, acara blocking yang berkepanjangan sudah dihindari. Wawancara dengan topik sama dalam rentang waktu yang panjang juga bukan jadi pilihan. Program berubah menjadi ‘kapsul-kapsul’ yang fleksibel untuk diputar di segmen waktu manapun.
Di televisi, program kini berinteraktif dengan segala macam kembangan piranti digital, dari bb, fb, ym dan sebagainya. tak ada talkshow dengan tamu tunggal, tapi menjadi variety show dengan segmen berwarna-warni seperti Kick Andy.
Tentu banyak lagi PR yang harus dicermati kaum media untuk menyambut kedatangan kaum digital native. Anda punya opini ?
Welcome the [new] jungle!

Menarik ya fenomena ini. Konsumen kita sudah berubah. Salah satu tantangan terbesar adalah masalah attention span orang yang mulai terbatas karena beradaptasi dengan bombardiran informasi. Dampaknya adalah kemasan program yang berubah drastis..
Ibaratnya kita di pasar, lagi jualan sambil teriak di tengah penjual lain yang juga teriak2 hehehe..
Boy, kudu baca buku growing up digitalnya Don Tapscott untuk bisa memahami para digital natives ini.. Cocok buat orang media..
boy: Iya Ran, time listening kan makin dikit kayaknya dari survey ke survey. Generasi kutu loncat dan ’semi autis’. Makin susah nge-grab-nya. Hehehe…
Growing Up Digital – Don Tapscott, nanti gw cari Ran. Thanks.