<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Radio dan Starbuck!</title>
	<atom:link href="http://bunyi.wordpress.com/2008/07/29/radio-dan-starbuck/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bunyi.wordpress.com/2008/07/29/radio-dan-starbuck/</link>
	<description>media, radio, moderator, jurkam, media baru, konvergensi &#38; tukang obat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Dec 2009 07:12:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: boyhamidy</title>
		<link>http://bunyi.wordpress.com/2008/07/29/radio-dan-starbuck/#comment-19</link>
		<dc:creator>boyhamidy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 23:28:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bunyi.wordpress.com/?p=20#comment-19</guid>
		<description>Om Jeff bisa aja nih! Hehehe..

Terus terang ini “koinsidental” aja kok Mas.
Kebetulan kami di kantor ngobrolin soal  ini terinspirasi dari sebuah artikel di sebuah majalah marketing. Dan pada saat bersamaan, ada provider yang menawarkan peluang tersebut untuk rekan-rekan radio. Kok ya pas banget gitu.

Kalo nanti ada provider traktor atau bis gandeng yang menawarkan peluang sama, saya tentu akan senang hati menawarkan ini pada milis. Boleh kan ya Om Mod? Huehehe… Namanya peluang, kok dibuang. Dan tentu masih ada ‘freedom of choice’ bagi rekan-rekan radio kan? Hehehe…

Intinya, usulan radio menjadi “distributor” seperti polanya Starbuck, memang bukan ide baru di dunia radio Indonesia, dan masih tetap menjadi peluang buat kita semua. Dan tentu banyak varian yang bisa dilakukan untuk bab ini. Kasus arisan female sebetulnya contoh lain yang diberikan Mas Patrick tentang bagaimana radio mengendus peluang revenue bukan hanya semata dari on air.

Peluang radio menjadi distributor rasanya bisa dilakukan oleh radio secara lokal (ada yang bisa sharing soal ini: misalnya ada radio yang jual langsung produk A, B atau C dan bagaimana pengalaman seru dan ramenya, termasuk komplikasinya buat entitas radio?). Atau juga bisa dengan pola bersinergi dan bersindikasi seperti yang saya tawarkan untuk, kebetulan saat ini, produk sebuah provider telco yang sesuai banget dengan seasonal even Ramadhan.

 Ini juga menandakan, setidaknya buat saya, sebetulnya dunia radio kita terlalu luas untuk dikangkangi sendiri atau berkompetisi untuk saling bikin mati. Sekarang eranya sinergi, tinggalkan semua gengsi dan mau menang sendiri. Terlalu banyak cinta yang bisa kita bagi untuk dunia ini. Halah! Apa coba? Hahaha.. iya kan Om Benedik?

Tips and trik? Terus terang saya nggak pede untuk ngasih tips on trik Om Jeff! Di milis ini berkmpul para “Jenderal lapangan radio” yang jangan-jangan tips and triksnya lebih canggih dari saya. Hehehe… Saya malah menunggu sharing dan brainstorming dari miliser FDR ini.  Selama setiap peluang layak untuk dicoba, kenapa tidak dicoba?

Maaf jika kurang berkenan.
Terima kasih.

Salam semangat!
Tetap Optimis!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Om Jeff bisa aja nih! Hehehe..</p>
<p>Terus terang ini “koinsidental” aja kok Mas.<br />
Kebetulan kami di kantor ngobrolin soal  ini terinspirasi dari sebuah artikel di sebuah majalah marketing. Dan pada saat bersamaan, ada provider yang menawarkan peluang tersebut untuk rekan-rekan radio. Kok ya pas banget gitu.</p>
<p>Kalo nanti ada provider traktor atau bis gandeng yang menawarkan peluang sama, saya tentu akan senang hati menawarkan ini pada milis. Boleh kan ya Om Mod? Huehehe… Namanya peluang, kok dibuang. Dan tentu masih ada ‘freedom of choice’ bagi rekan-rekan radio kan? Hehehe…</p>
<p>Intinya, usulan radio menjadi “distributor” seperti polanya Starbuck, memang bukan ide baru di dunia radio Indonesia, dan masih tetap menjadi peluang buat kita semua. Dan tentu banyak varian yang bisa dilakukan untuk bab ini. Kasus arisan female sebetulnya contoh lain yang diberikan Mas Patrick tentang bagaimana radio mengendus peluang revenue bukan hanya semata dari on air.</p>
<p>Peluang radio menjadi distributor rasanya bisa dilakukan oleh radio secara lokal (ada yang bisa sharing soal ini: misalnya ada radio yang jual langsung produk A, B atau C dan bagaimana pengalaman seru dan ramenya, termasuk komplikasinya buat entitas radio?). Atau juga bisa dengan pola bersinergi dan bersindikasi seperti yang saya tawarkan untuk, kebetulan saat ini, produk sebuah provider telco yang sesuai banget dengan seasonal even Ramadhan.</p>
<p> Ini juga menandakan, setidaknya buat saya, sebetulnya dunia radio kita terlalu luas untuk dikangkangi sendiri atau berkompetisi untuk saling bikin mati. Sekarang eranya sinergi, tinggalkan semua gengsi dan mau menang sendiri. Terlalu banyak cinta yang bisa kita bagi untuk dunia ini. Halah! Apa coba? Hahaha.. iya kan Om Benedik?</p>
<p>Tips and trik? Terus terang saya nggak pede untuk ngasih tips on trik Om Jeff! Di milis ini berkmpul para “Jenderal lapangan radio” yang jangan-jangan tips and triksnya lebih canggih dari saya. Hehehe… Saya malah menunggu sharing dan brainstorming dari miliser FDR ini.  Selama setiap peluang layak untuk dicoba, kenapa tidak dicoba?</p>
<p>Maaf jika kurang berkenan.<br />
Terima kasih.</p>
<p>Salam semangat!<br />
Tetap Optimis!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: boyhamidy</title>
		<link>http://bunyi.wordpress.com/2008/07/29/radio-dan-starbuck/#comment-18</link>
		<dc:creator>boyhamidy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 12:29:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bunyi.wordpress.com/?p=20#comment-18</guid>
		<description>Terima kasih buat Mas Patrick, Mas Bonny dan Mas Awan,
 
Setuju, salah satu bentuk pencarian revenue lain itu, contohnya adalah Arisan Female. Dan ini rasanya juga dilakukan oleh radio-radio lainnya.

Dan rasanya masih banyak cara, seperti halnya yang telah Starbuck atau brand/korporat lain, yang masih bisa (atau sudah) dieksplorasi dunia radio lain.

Bayangin Mas! (ngebayangin sebentar... hmmm hehehe...) )  Dari jual alat berkait kopi, bahkan ada boneka, CD Musik dan akhirnya film yang diproduksi Starbuck!

Kalo ngga salah Virgin Corp-nya Richard Branson juga melakukan flanking marketing yang lebih heboh. Dari sebuah perusahaan rekaman hingga punya air lines. Halah!

Selama membuat keuntungan dan tidak merugikan, bisa saja dilakonin. Huehehe 

Salah satunya juga, seperti yang saya tawarkan untuk jadi distributor kartu perdana yang cucok dengan season ramadhan: Flexi Muslim. 

Pokoknya, selama masih ada kesempatan kenapa tidak kita coba jalankan. Iya kan? Hehehe…

Terima kasih!

Salam semangat!
Tetap optimis!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih buat Mas Patrick, Mas Bonny dan Mas Awan,</p>
<p>Setuju, salah satu bentuk pencarian revenue lain itu, contohnya adalah Arisan Female. Dan ini rasanya juga dilakukan oleh radio-radio lainnya.</p>
<p>Dan rasanya masih banyak cara, seperti halnya yang telah Starbuck atau brand/korporat lain, yang masih bisa (atau sudah) dieksplorasi dunia radio lain.</p>
<p>Bayangin Mas! (ngebayangin sebentar&#8230; hmmm hehehe&#8230;) )  Dari jual alat berkait kopi, bahkan ada boneka, CD Musik dan akhirnya film yang diproduksi Starbuck!</p>
<p>Kalo ngga salah Virgin Corp-nya Richard Branson juga melakukan flanking marketing yang lebih heboh. Dari sebuah perusahaan rekaman hingga punya air lines. Halah!</p>
<p>Selama membuat keuntungan dan tidak merugikan, bisa saja dilakonin. Huehehe </p>
<p>Salah satunya juga, seperti yang saya tawarkan untuk jadi distributor kartu perdana yang cucok dengan season ramadhan: Flexi Muslim. </p>
<p>Pokoknya, selama masih ada kesempatan kenapa tidak kita coba jalankan. Iya kan? Hehehe…</p>
<p>Terima kasih!</p>
<p>Salam semangat!<br />
Tetap optimis!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
